ADVERTISEMENT
REDAKSI
Senin, September 1, 2025
  • Login
No Result
View All Result
ProLKN.id
  • HOME
  • KEPRI
    • Batam
    • Tanjung Pinang
    • Karimun
    • Bintan
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • BP BATAM
  • PEMKO BATAM
  • DPRD BATAM
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • EDUKASI
  • OLAH RAGA
  • KABAR DAERAH
    • Sumatera Barat
    • Sumatera Selatan
    • Sumatera Utara
  • HOME
  • KEPRI
    • Batam
    • Tanjung Pinang
    • Karimun
    • Bintan
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • BP BATAM
  • PEMKO BATAM
  • DPRD BATAM
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • EDUKASI
  • OLAH RAGA
  • KABAR DAERAH
    • Sumatera Barat
    • Sumatera Selatan
    • Sumatera Utara
No Result
View All Result
ProLKN.id
No Result
View All Result
Home Nasional

Kemarahan Publik Memuncak, Rumah Sejumlah Pejabat Dijarah!

by Editor: Muhammad Ibrahim
31 Agustus 2025 | 2:19 pm
in Nasional
0 0
0
Kemarahan Publik Memuncak, Rumah Sejumlah Pejabat Dijarah!

Rumah Sejumlah Pejabat setelah dijarah massa. (Foto: dok/Istimewa)

Post Views: 1,257

Jakarta, ProLKN.id – Gelombang penjarahan yang mengejutkan melanda sejumlah rumah pejabat di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu (30/08/2025).

Aksi yang bermula dari demonstrasi yang menuntut reformasi dan pembubaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ini, secara mengerikan berubah menjadi perusakan dan perampasan barang-barang berharga milik para wakil rakyat.

Video-video yang beredar luas di media sosial menampilkan warga hilir mudik membawa keluar berbagai barang dari kediaman pejabat, menjadi bukti visual dari kemarahan publik yang memuncak.

Fenomena ini sontak menjadi sorotan nasional, terutama karena beberapa korban penjarahan adalah tokoh politik ternama yang kerap muncul di publik.

Di antara mereka adalah Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, serta anggota DPR Eko Patrio dan Uya Kuya.
Kejadian ini tidak hanya menimbulkan pertanyaan serius mengenai keamanan para pejabat negara, tetapi juga menggarisbawahi ketegangan sosial yang kian meruncing di tengah masyarakat.

Pernyataan Kontroversial Ahmad Sahroni

Titik awal dari gelombang kerusuhan ini dilaporkan terjadi pada Sabtu sore hingga malam di kediaman Ahmad Sahroni yang berlokasi di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Aksi ini dipicu oleh pernyataan kontroversial Sahroni yang menanggapi desakan pembubaran DPR dengan menyebutnya sebagai “mental orang tolol sedunia”.

Rumah Ahmad Sahroni dijarah massa. (Foto: Tangkapan layar)

Pernyataan tersebut, yang disiarkan secara luas, sontak menyulut kemarahan sebagian masyarakat yang merasa aspirasi mereka diremehkan.

Seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya menceritakan kronologi kejadian,

“Datang dari sono, enggak tahu dari mana itu. Turun semua dari Bahari, Cilincing, hingga Kemayoran.” Massa yang semakin banyak kemudian bergerak masuk ke dalam rumah mewah milik Sahroni.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Umumkan DPR Akan Cabut Tunjangan dan Moratorium Kunker Luar Negeri

Tidak hanya melampiaskan kekesalan verbal, mereka juga secara sistematis mengambil berbagai barang berharga.

Mulai dari perabotan rumah tangga seperti meja, kursi, unit pendingin ruangan (AC), lemari es, mesin cuci, hingga berbagai perangkat elektronik lainnya, semuanya diangkut oleh massa.

Lebih mengkhawatirkan lagi, dokumen-dokumen penting yang tersimpan di dalam rumah tersebut juga ikut raib. Laporan menyebutkan bahwa ijazah, sertifikat tanah, Kartu Keluarga (KK), dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) turut menjadi sasaran penjarahan.

Bahkan, koleksi pribadi Sahroni yang bernilai sentimental, seperti patung karakter pahlawan super Iron Man dan Spider-Man, tidak luput dari aksi massa. Ahmad Sahroni sendiri dilaporkan tidak berada di rumah saat kejadian tersebut berlangsung.

Meluasnya Penjarahan: Rumah Eko Patrio dan Uya Kuya Ikut Diserbu

Tak berselang lama setelah peristiwa di kediaman Ahmad Sahroni, gelombang penjarahan merembet ke kediaman anggota DPR lainnya.

Pada malam harinya, rumah Eko Patrio dan Uya Kuya yang juga berlokasi di Jakarta, dilaporkan diserbu oleh massa. Video yang beredar secara masif di berbagai platform media sosial memperlihatkan kerumunan warga yang membawa karung, koper, dan berbagai macam benda dari rumah mewah kedua politisi tersebut.

Eko Patrio dan Uya Kuya sendiri sebelumnya sempat menjadi sorotan publik akibat tindakan mereka yang berjoget saat gelaran Sidang Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI pada 15 Agustus 2025.

Penjarahan tak terbendung, massa rinsek rumah Ahmad Sahroni. (Foto: Tangkapan layar)

Aksi mereka ini memicu pro dan kontra di tengah masyarakat, terutama mengingat kondisi ekonomi yang sedang sulit saat itu. Kabar mengenai kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR yang beredar semakin memperparah rasa ketidakpuasan dan kemarahan publik.

Baca Juga:  Demo di Gedung DPR Berujung Ricuh, Cermin Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Wakil Rakyat

Massa yang terlibat dalam aksi penjarahan ini diduga menyalurkan kekecewaan mendalam mereka terhadap pemerintah dan wakil rakyat melalui tindakan anarkis tersebut.

Di kediaman Uya Kuya, situasi dilaporkan lebih mencekam. Massa terlihat berjubel hingga ke lantai atas, bahkan merusak meja kaca dan beberapa barang lainnya.

Teriakan-teriakan kemarahan seperti “Hancurin!” terdengar bersahutan di tengah kerumunan.

Hingga berita ini diturunkan pada pukul 03.00 WIB dini hari, sejumlah personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru terlihat di lokasi kejadian, mencoba mengendalikan situasi yang sudah terlanjur memburuk.

Pihak kepolisian maupun otoritas terkait hingga saat ini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden penjarahan yang menimpa rumah pejabat tersebut.

Gelombang penjarahan yang terjadi ini menimbulkan pertanyaan besar tentang tingkat keamanan yang dimiliki oleh para pejabat negara, terutama di tengah gelombang demonstrasi yang meluas di berbagai daerah.

Berdasarkan data yang dihimpun, demonstrasi terjadi di berbagai kota dan kabupaten di Indonesia pada rentang waktu 25 hingga 30 Agustus 2025. Kelompok seperti Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) bahkan mengumumkan rencana aksi demo lanjutan pada awal September, dengan tajuk “Indonesia Cemas”.

Beberapa sumber berita mencatat bahwa demonstrasi pada 28 Agustus 2025 telah pecah di berbagai daerah, dengan pusat perhatian salah satunya di Gedung DPR.

Baca Juga:  Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro Dijarah Massa

Aksi tersebut dilaporkan menolak tunjangan rumah anggota DPR, dengan salah satu pernyataan dari politisi yang menyebut tunjangan sebesar Rp 50 juta hanya berlaku hingga Oktober tahun ini.

Kejadian penjarahan ini tidak hanya berdampak pada kerugian materiil para pejabat yang menjadi korban, tetapi juga memberikan sinyal kuat mengenai ketidakpuasan publik yang kian membuncah.

Berbagai pengamat menilai bahwa aksi ini menjadi cerminan dari kegagalan komunikasi antara pemerintah, parlemen, dan masyarakat.

Beberapa pihak bahkan mengusulkan agar politisi yang rumahnya menjadi sasaran penjarahan, seperti Sahroni, Eko Patrio, Uya Kuya, dan Nafa Urbach, untuk mempertimbangkan pengunduran diri mereka sebagai bentuk tanggung jawab moral.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pejabat negara. Diperlukan evaluasi mendalam mengenai kebijakan yang dikeluarkan, cara berkomunikasi dengan publik, serta langkah-langkah konkret untuk meredakan ketegangan sosial yang ada.

Selain itu, beberapa media juga menyoroti nilai barang yang dijarah, seperti jam tangan mewah seharga Rp 11,7 miliar yang dilaporkan hilang dari rumah Ahmad Sahroni. Kejadian ini semakin menggarisbawahi jurang ketidakpuasan antara realitas ekonomi masyarakat dan gaya hidup para pejabat publik.

Upaya untuk memantau kondisi keamanan, seperti melalui link CCTV untuk kondisi Tol Dalam Kota dan Depan DPR, menjadi penting untuk memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai situasi di lapangan.

Secara keseluruhan, gelombang penjarahan ini merupakan sebuah episode kelam yang menunjukkan betapa rapuhnya stabilitas sosial ketika aspirasi dan kemarahan publik tidak mendapatkan respons yang memadai.

Ini menjadi refleksi mendalam bagi seluruh pemangku kepentingan di Indonesia.

(Abd/Tim)

Share News with:
Tags: Ahmad SahroniDPRDPR RIEko PatrioPejabatPenjarahan

Editor: Muhammad Ibrahim

BERITATERKAIT

Presiden Prabowo Umumkan DPR Akan Cabut Tunjangan dan Moratorium Kunker Luar Negeri

Presiden Prabowo Umumkan DPR Akan Cabut Tunjangan dan Moratorium Kunker Luar Negeri

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 31, 2025 | 7:04 pm
0

Jakarta, ProLKN.id – Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akan segera mencabut beberapa kebijakan internalnya, termasuk tunjangan...

Partai PAN Nonaktifkan “Eko Patrio dan Uya Kuya” dari Keanggotaan DPR RI

Partai PAN Nonaktifkan “Eko Patrio dan Uya Kuya” dari Keanggotaan DPR RI

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 31, 2025 | 3:44 pm
0

Jakarta, ProLKN.id - Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan dua kadernya yang juga merupakan anggota...

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 31, 2025 | 2:31 pm
0

Jakarta, ProLKN.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem secara resmi menonaktifkan dua kadernya yang saat ini menjabat sebagai anggota...

Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro Dijarah Massa

Rumah Menteri Keuangan Sri Mulyani di Bintaro Dijarah Massa

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 31, 2025 | 1:56 pm
0

Jakarta, ProLKN.id – Kediaman Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, yang berlokasi di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, menjadi...

Polri Ungkap 7 Anggota Brimob Terlibat dalam Insiden Tabrak Lari Pengemudi Ojol Saat Demo

Polri Ungkap 7 Anggota Brimob Terlibat dalam Insiden Tabrak Lari Pengemudi Ojol Saat Demo

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 29, 2025 | 5:36 pm
0

Jakarta, ProLKN.id  – Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri, Irjen Pol Abdul Karim, mengonfirmasi bahwa total ada tujuh...

Mobil Rantis Brimob Lindas Driver Ojol Hingga Tewas

Mobil Rantis Brimob Lindas Driver Ojol Hingga Tewas

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 29, 2025 | 12:17 pm
0

Jakarta, ProLKN.id – Sebuah insiden tragis terjadi di tengah kericuhan unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8/2025) malam. Sebuah mobil...

Dasco: “Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta Berakhir Oktober 2025”

Dasco: “Tunjangan Rumah DPR Rp 50 Juta Berakhir Oktober 2025”

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 26, 2025 | 11:00 pm
0

Jakarta, ProLKN.id - Polemik mengenai tunjangan perumahan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebesar Rp 50 juta per bulan akhirnya mendapat...

Demo di Gedung DPR Berujung Ricuh, Cermin Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Wakil Rakyat

Demo di Gedung DPR Berujung Ricuh, Cermin Krisis Kepercayaan Publik Terhadap Wakil Rakyat

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 26, 2025 | 10:50 pm
0

Jakarta, ProLKN.id – Aksi demonstrasi yang memadati depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Jakarta pada Senin, (25/08/2025), kemarin berujung...

DPR Sahkan Revisi UU Haji, Indonesia Kini Punya Kementerian Haji dan Umrah

DPR Sahkan Revisi UU Haji, Indonesia Kini Punya Kementerian Haji dan Umrah

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 26, 2025 | 4:15 pm
0

Jakarta, ProLKN.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi mengesahkan revisi Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah menjadi undang-undang dalam...

Immanuel Ebenezer Bantah Terjaring OTT KPK: “Kasus Saya Bukan Pemerasan”

Immanuel Ebenezer Bantah Terjaring OTT KPK: “Kasus Saya Bukan Pemerasan”

by Editor: Muhammad Ibrahim
Agustus 23, 2025 | 7:48 am
0

Jakarta, ProLKN.id - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer, membantah keras dirinya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi...

Next Post
NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

NasDem Nonaktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR RI

https://prolkn.id/wp-content/uploads/2025/02/WhatsApp-Video-2025-02-18-at-23.59.18-1.mp4

BERITA MENARIK

Manfaat Tidur Siang dan Dampak Negatif yang Perlu Diwaspadai

Manfaat Tidur Siang dan Dampak Negatif yang Perlu Diwaspadai

Agustus 10, 2025 | 2:25 pm
Menghina Seseorang Bisa Dipenjara Kurungan, Berikut Penjelasannya!

Menghina Seseorang Bisa Dipenjara Kurungan, Berikut Penjelasannya!

Juli 16, 2025 | 2:41 pm
Mengenal 5 Manfaat Buah Alpukat

Mengenal 5 Manfaat Buah Alpukat

Juli 5, 2025 | 10:44 pm
10 Manfaat Buah Leci untuk Kesehatan? Berikut Penjelasannya

10 Manfaat Buah Leci untuk Kesehatan? Berikut Penjelasannya

Juni 7, 2025 | 3:40 am
Sejarah Hari Lahir Pancasila, Momentum Pemersatu Kebergaman Bangsa Indonesia

Sejarah Hari Lahir Pancasila, Momentum Pemersatu Kebergaman Bangsa Indonesia

Juni 1, 2025 | 4:40 pm
ProLKN.id

Copyright © 2025 | prolkn.id All Rights Reserved

Media Siber ProLKN.id - PT Lancang Kuning Namanya

  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Translate »
error: Content is protected, By ProLKN.id
No Result
View All Result
  • HOME
  • KEPRI
    • Batam
    • Tanjung Pinang
    • Karimun
    • Bintan
    • Lingga
    • Natuna
    • Anambas
  • BP BATAM
  • PEMKO BATAM
  • DPRD BATAM
  • KRIMINAL
  • NASIONAL
  • EDUKASI
  • OLAH RAGA
  • KABAR DAERAH
    • Sumatera Barat
    • Sumatera Selatan
    • Sumatera Utara

Copyright © 2025 | prolkn.id All Rights Reserved