
Batam, prolk.id- Tampak hilir mudik mobil mini bus merk ELF warna putih memasuki area tertutup di salah satu hotel ternama di Batam, ada dugaan server Judi Online dioperasikan dan dikelola oleh perusahaan judi internasional Beromset miliaran rupiah perhari.(12/07/22)
Investigasi dari wartawan prolkn.id, Di salah satu Hotel yang sudah lama terbengkalai diduga praktik perjudian daring alias judi online beromzet miliaran rupiah sedang dioperasikan oleh perusahaan judi bertaraf internasional seakan aparat tak punya nyali untuk menutup kegiatan tersebut .

Aparatur pemerintah saat dikonfirmasi oleh media, Lurah Sei Panas Tomy mengatakan
“Saya sudah pernah mendapatkan laporan itu dari masyarakat, ujarnya
Info yang saya dapatkan memang hotel itu sudah lama tidak beroperasi, kalau Abang ada bukti kita bisa tanya kan kepada pihak yang berwajib. tegasnya
Lanjutnya, untuk persoalan perijinan saat ini bukan wewenang dari kelurahan dan kecamatan dikarenakan untuk Perizinan usaha Aatau perusahaan sudah Terintegrasi Secara Elektronik yaitu Online Single Submission (OSS) adalah Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi. ucap tomy
Saat media prolkn.id melakukan indep reporting kurang lebih 500 meter yang tak jauh dari lokasi server judi online didapati mess pekerja yang berada di kompleks pertokoan seruni jalan Laksamana Bintan Sei Panas tampak sepi.
Rehan nama samaran yang merupakan pekerja bengkel mengatakan, mereka semuanya orang luar batam yang dipekerjakan sebagai operator telemarketing dan wasit ujar rehan
Lanjutnya, para pekerja itu dibagi 2(dua) shiff pagi jam 08;00 siff malam 21;00 wib dan diantar sama moobil minibus ELF BP XXXX warna putih ,15 menit sebelum berangkat sudah standbay dilokasi. ucapnya
Mereka sangat tertutup dan tak banyak bicara, datang ke kopi tiam ini hanya sekedar saja untuk beli rokok ataupun kopi, “Abang tanya saja sama pak sopir yang biasa membawa karyawan ,tegasnya
Sampai berita ini terbit kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak aparat terkait,namun masih belum ada yang berani buka suara.( Fajar)