Batam, ProLKN.id – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, secara tegas mendorong peningkatan profesionalisme di kalangan Juru Parkir (jukir) di Kota Batam. Hal ini diungkapkannya saat menggelar pertemuan dengan ratusan juru parkir di Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam.
Pertemuan yang dihadiri sekitar 100 jukir dari Batam Kota dan Lubuk Baja ini menjadi momentum penting untuk membahas perbaikan tata kelola sektor perparkiran yang dianggap memiliki potensi besar bagi kemajuan daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Amsakar Achmad menekankan pentingnya pembenahan tata kelola perparkiran agar lebih tertib dan profesional. Ia melihat sektor parkir sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan jika dikelola dengan baik.
“Kami ingin agar pencapaian kita di sektor parkir ini sesuai dengan apa yang sudah menjadi rekomendasi dari konsultan. Dengan begitu, pengelolaan parkir di Batam akan lebih baik dan memberikan kepastian bagi semua pihak,” ujar Amsakar

Lebih lanjut, Wali Kota Batam mengingatkan para juru parkir agar senantiasa menghindari praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat maupun pemerintah daerah. Ia secara spesifik menyoroti peran juru parkir sebagai garda terdepan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pendatang.
“Perparkiran menjadi salah satu wajah Kota Batam di mata masyarakat maupun pendatang. Karena itu, pengelolaan parkir yang rapi, tertib, dan profesional akan ikut membentuk citra Batam sebagai kota modern dan ramah bagi semua orang,” tegasnya.
Amsakar berharap adanya kerjasama yang baik dari seluruh juru parkir, serta mengimbau mereka untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat.
Komitmen terhadap tata kelola parkir yang sesuai aturan menjadi penekanan utama Amsakar. Ia menyatakan bahwa kepatuhan terhadap aturan bukan hanya demi kepentingan pemerintah, tetapi juga demi keberlangsungan profesi para juru parkir itu sendiri.
“Kalau memang tidak ada progres yang baik, kami tidak segan untuk melakukan penertiban hingga penghentian jukir di pinggir jalan. Tapi kalau semua berjalan baik, tentu akan kita lanjutkan dan perkuat bersama,” paparnya.
Pemerintah Kota Batam, di bawah kepemimpinan Amsakar Achmad, bertekad membangun sistem pengelolaan parkir yang lebih modern dan transparan. Tujuannya adalah agar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat hingga para juru parkir, dapat merasakan manfaatnya secara adil.
“Kita ingin bersama-sama membangun Batam yang lebih baik. Mari kita mulai dari hal kecil, yaitu parkir, yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat,” pungkas Amsakar, menutup pertemuan dengan ajakan untuk meningkatkan disiplin dan profesionalisme.
Upaya perbaikan tata kelola parkir ini sejalan dengan program pemerintah kota untuk meningkatkan PAD dari retribusi parkir. Survei potensi parkir di Kota Batam telah dilakukan untuk mengidentifikasi area-area yang memiliki potensi besar.
Selain itu, Amsakar juga mempertimbangkan opsi pembebasan retribusi parkir tepi jalan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P), menunjukkan fleksibilitas pemerintah dalam mencari solusi terbaik.
Perhatian Wali Kota Batam terhadap sektor perparkiran ini juga terlihat dari berbagai agenda lain yang dilakukannya. Amsakar Achmad, yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, secara konsisten mendorong peningkatan kualitas layanan publik.
Perbaikan tata kelola parkir ini menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan Kota Batam. Dengan profesionalisme juru parkir dan sistem yang transparan, diharapkan sektor parkir dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kemajuan kota, sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kepuasan masyarakat pengguna jasa parkir.
(Mcn/Tim)